Ahlan Wasahlan bi Qudumikum ila Hadzal-Blog

Selamat Datang di Blog Hikam dan Linguistik Arab. Bersama kita bisa diskusi mengembangkan wacana Al Hikam dan dunia bahasa Arab

Kamis, 15 Juli 2010

Bencana Bagi Orang Yang Meminta Pertolongan Kepada Selain Allah


Pada pengajian yang lalu telah dibahas kata-kata Syekh Ahmad Ibnu Athoilah yang berkaitan dengan hajat yang kita terima. Hakekatnya, yang mendatangkan hajat tersebut adalah Allah. Asalnya tidak butuh kemudian menjadi butuh, yang memunculkan rasa butuh itu Allah. Maka yang bisa mencukupi kebutuhan itu juga hanya Allah. Sebagaimana dikatakan :

(36) لاَتَرْفَعَنَّ اِلىَ غَيْرِهِ حَاجَةً هُوَ مُوْرِدُهَا عَلَيْكَ فَكَيْفَ يَرْفَعُ غَيْرُهُ مَاكَانَ هُوَ لَهُ وَاضِعًا مَنْ لاَيَسْتَطِيْعُ اَنْ يَرْفَعَ حَاجَةً عَنْ نَفْسِهِ فَكَيْفَ يَسْتَطِيْعُ اَنْ يَكُوْنَ لَهَاعَنْ غَيْرِهِ رَافِعًا
Artinya:
Janganlah kamu sekali-kali mengangkat (menginginkan)suatu hajat kepada selain Allah. Padahal Dia-lah yang menyampaikan hajat kepadamu. Maka bagaimanakah selain Allah itu dapat menghilangkan sesuatu hajat yang telah diletakkannya. Orang tiada akan mampu menghilangkan sesuatu hajat dari dirinya sendiri, maka bagaimanakah dia akan mampu menghilangkan hajat orang lain?

Jangan sekali-kali kamu melaporkan hajatmu kepada selain Allah. Dimana hakekatnya, hajat itu datang kepadamu didatangkan oleh Allah. Kalau yang mendatangkan hajat itu Allah, apa ada yang bisa mengangkat hajat itu selain Allah? Orang yang tidak bisa menghilangkan hajatnya sendiri dari dirinya, apa bisa menghilangkan hajat orang lain.

Sampai dikatakan bahwa wahyu Allah kepada Nabi Daud as, bila ada hamba Allah yang minta tolong kepada Allah dan sama sekali tidak menghiraukan kepada makhluk, jika memang bersungguh-sungguh, artinya tidak menghiraukan sama sekali, hanya Allah saja yang dimintai tolong, ini meskipun digoda, diganggu, direkayasa tujuh langit, tujuh bumi beserta penduduknya semua, untuk menghalang-halangi pertolongan Allah tetap tidak akan bisa. Allah pasti akan memberi jalan keluar.

Sebaliknya, kalau ada orang lupa kepada Allah, sekarang yang umum ya ini, Allah berfirman:

اَمَاوَعِزَتِىوَجَلاَلىِوَعَظَمَتِىلاَيَسْتَعْصِمُ عَبْدٌ مِنْ عِبَادِى بِمَخْلُوْقٍ دُوْنىِ أَعْلَمُ ذَلِكَ مِنْنِيَتِهِ اِلاَّقَطَعْتُ أَسْبَابَ السَّمَوَاتِ السَبْعِ مِنْ دُوْنِهِ وَأَسَخْتُ الأَرْضَ مِنْ تَحْتِهِ وَلاَ أُبَالىِ فىِأَىِّوَادٍهَلَكَ

Demi Keagungan-Ku, demi sifat Keagungan-Ku, dan demi sifat Keagungan-Ku, jika ada hamba yang minta tolong kepada selain Aku, minta tolong kepada makhluk artinya tidak minta tolong kepada-Ku, berarti juga lupa. Mempunyai kebutuhan, menghadapi kerepotan tidak minta dilindungi Gusti Allah malah meminta perlindungan kepada selain allah, maka tangga, asbab diartikan tangga, jalur-jalur, saluran-saluran dari tujuh lapis langit itu ditutup oleh Allah. Jalur-jalur pertolongan yang akan keluar dari tujuh petala bumi ditenggelamkan oleh Allah. Dan kata Allah, Aku sudah tidak peduli lagi, orang itu akan kejet-kejet, keblowok-blowok, terseok-seok di jurang mana terserah Aku tak akan peduli lagi.

Ringkasan: Tiga Bencana Bagi Orang Yang Minta Tolong Kepada Selain Allah
1. Pintu pertolongan dari langit ditutup
2. Pertolongan dari bumi ditenggelamkan
3. Allah tidak peduli orang itu akan celaka dimana saja

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar